Tampilkan postingan dengan label Puisi Perjuangan Buruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Perjuangan Buruh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

Kumpulan Puisi Perjuangan Kaum Buruh

Kumpulan puisi tentang perjuangan buruh ini sengaja admin kumpulkan untuk memberikan semangat kepada kawan-kawan semua agar bisa lebih meningkatkan kembali energi untuk berjuang, mari kita simak puisi-puisinya ;

SATU MIMPI SATU BARISAN
Oleh Wijil Tukul

Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah

Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak

Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam

Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan

Bandung 21 Mei 1992

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN
Oleh Zshara Aurora

Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi pertiwi
Mendung,
Pertandakah hujan deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia dan semua yang ada menunggu keputusan sakral

Serbu.... Merdeka atau mati.. Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Kau teruskan bunyi-bunyi ayat suci
Kau teriakan semangat juang demi negeri
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk ibu pertiwi..

Kini kau lihat,
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindungan-Nya selalu dihatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia abadi..
PEMUDA UNTUK PERUBAHAN
Puisi Ananda Rezky Wibowo

Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...
PERJUANGAN TAK PASTI
Puisi Rhindy Marfiyanti

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa

Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
PENGORBANAN
Puisi Siti Halimah

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?

Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.

Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.

Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.

Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha 
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.
PAHLAWAN KU
Puisi Rezha Hidayat

Ohh........ Pahlawan ku
Bagaimana ku bisa
Membalas jasa-jasa mu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumurkan darah
Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu

Engkau rela mengorbankan nyawa mu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin  
Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri
Ohh......... pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa

INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Puisi Ahmadun Yosi Herfanda

Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?

Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?

Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!

Jakarta, 1997/2008
INDONESIAKU KINI
Puisi Awaliya Nur Ramadhana

Negaraku cinta Indonesia 
Nasibmu kini menderita 
Rakyatmu kini sengsara 
Pemimpin yang tidak bijaksana 
Apakah pantas memimpin negara  
yang aman sentosa

Oh Indonesia tumpah darahku 
Apakah belum terbit, 
Seorang pemimpin yang kita cari
Apakah rasa kepemimpinan itu  
masih disimpan di nurani
Tertinggal di lubuk hati 
Tak dibawa sekarang ini 

Rakyat membutuhkanmu
Seorang Khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Menyantuni fakir miskin
Mengasihani anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin 
yang soleh dan solehah
Pengganti tugas Rasulullah
Sebagai seorang pemimpin ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andaikan kutemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin agama
Seorang pemimpin  Indonesia

Hanya Allah Yang Mengetahuinya
NEGERI IMPIAN
Puisi Efoel Lintang

rembulan terbit dari barat, seperti wajahmu yang bulat
seakan menyiratkan yang tak tersurat
dibalik kharisma kemilaunya cahaya yang semburat
menghipnotis hati biar terpikat
lemah gemulai gerakanmu
iringi lagu rindu yang mendayu
sendu tatap matamu  menghiba pelepas rindu
tujuh purnama telah kau tunggu
tujuh negeri telah kau lewati
masih belum kau temui apa yang kau cari
diantara bimbangnya hati
apa sebenarnya yang kau cari
tanpa jawab yang kau dapati
bertambah galaulah hati
melihat nasib ini negeri
anak kurang gizi
bergelimpangan bayi mati
ibu-ibu tak punya asi
menggilanya aborsi
merajalelanya multilasi
ditingkahi bobroknya birokrasi ini negeri

lubuklinggau, 18 januari 2012
NEGERI INI

Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini

Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi

Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku

Maba, 9 Juli 2008


Semoga puisi diatas bisa lebih memotivasi kawan-kawan
Salam Muda, Berani, Militan

Minggu, 04 November 2012

PUISI PERJUANGAN BURUH

Puisi-Puisi Buletin Suara Buruh



KEBANGKITAN

kau nyalakan semua mesin
dari banyaknya keringat yang terlepas
kuselesaikan banyaknya target yang diminta
dari sisa tenaga yang tersisa

telah lama aku mengabdi
diantara derunya mesin
telah lama aku memberi
makanan kapitalis dan keluarganya

sewindu sudah aku terperas
dari banyaknya tubuh yang terkelupas
dari hidup yang terkoyak
dari tidur yang tidak nyenyak

kau tegakkan pabrikmu
dengan akal bulusmu
kau langgengkan pabrikmu
dengan seperangkat alat
kini aku tahu janji janjimu
hanya suara dan khayalan
kini aku tahu penyelesaianmu
tukang pukul dan militer

akan kubalas akal bulusmu
dengan kekuatan perjuangaku
akan kuhadang tukang pukulmu
dengan kesatuan kaumku

akan kuserukan kebebasan kaumku
dari....
dari pemerasan kaummu
lingkungan yang tak bermoral
suasana yang tertekan

maka bersatulah dalam perjuangan
maka kumpulkanlah kekuatanmu
untuk mencapai hidup baru
BURUH
sebuah kata tak enak
terhampar di seluruh lapisan jagat
buruh.... buruh dan buruh
begitulah orang menjulukinya

tak dapat dipungkiri lagi
buruh jadi mangsa peradaban
tuntutan ekonomi yang sangat tinggi
memaksa menarik nafas berat
dalam arus globalisasi

kian hari kian terdesak
demi hidup dan kehidupan
tak peduli terik dan hujan
imbalan secuilpun diraihnya

nasib menentukan lain
keseimbanganpun goyah
ada jarak yang jauh antara jasa dan imbalan
sebanyak keuntungan tak dapat digenggam
lenyap bersama jeritan dan derita

mengapa ada mogok kerja?
mengapa ada unjuk rasa?
tak pedulikah penguasa atas nasibnya?
akh...

manis memang...
buruh jadi korban produksi
berbagai julukan hina disandangnya

haruskah selalu begitu?
terejam dan tertindih sang penguasa
siapakah yang salah?
14 desember 1992
suara hati kami yang terhisap untuk sang penguasa
kami adalah pemuda indonesia
yang akan meneruskan perjuangan
dan pengemban amanat rakyat
yang penuh penderitaan dan kesengsaraan

tapi kami sangat kecewa sekali
kepada seluruh aparat negara, birokrat dan abri
sebab kini kami baru tahu dan menyadari
bahwa yang mereka perjuangkan
bukanlah untuk kebahagiaan rakyat
melainkan untuk perutnya sendiri
dengan cara biadab dan sesat
terkutuk...

dulu kami sangat membanggakan sekali pada abri
yang menjadi tulang punggung negara
tapi setelah kami tahu dan menyadari
bahwa abri tak lain adalah penghalang, penghianat
penghambat kebebasan rakyat yang melarat

pernerintah kini sibuk
bagaimana cara yang baik agar para konglomerat kapitalis
mau memberi dan menjamin kebahagiaan
dan kesenangan perut kaum birokrat dan para pejabat
yang melarat dan tersesat biar sehat
walau harus menjerat dan mendamprat rakyat melarat
yang tidak taat pada birokrat dan pejabat

kami adalah rakyat yang melarat
dan semakin sekarat
akibat ulah birokrat, pejabat dan abri
yang berikhianat dan sesat serta keparat

kami hidup selalu harus giat
demi sekerat dan seteguk kebahagiaan urnat
agar selamat dan dapat melihat negara
yang sehat, mantap dan kuat
tidak sesat seperti negara ini
tempat kami tinggal

pemerintah jaman orba
tak lain adalah anjing-anjing keparat
yang lapar dan haus kekuasaan
tanpa ada batas-batas yang sehat

pancasila yang sering dikumandangkan
di seluruh pelosok tanah air ini
hanyalah simbol belaka
percuma dan sia-sia saja
karena pada kenyataannya
kami sangat tertekan dan hidup terjerat

kami butuh kebebasan yang nyata
kami butuh kehidupan yang sejahtera
aman sentosa, adil dan merata
tanpa ada pembatas pembeda yang celaka
berikanlah hak kami sepenuhnya wahai
sang penguasa!!!
bangkitlah kaumku
nun dari jauh
aku datang
untuk masa depan

hai... kaumku
buruh indonesia
bangkitlah
bangunlah engkau
dari tidurmu

mari kita singkirkan
si serakah para kaum kapitalis
yang memeras
yang menghisap keringat kita

wahai buruh indonesia
mari kita bangkit
menuju demokrasi
demokrasi yang sebenarnya

 
Development by GSBM-KASBI BEKASI | Bloggerized by Supriyadi Anc - Konfederasi KASBI | Facebook Pusat Konfederasi KASBI